July 2010
48 posts
1 tag
satu detik, dua detik aku meresapi kehangatan teh yang menjalar hingga dada...
– Ziantine Larasati
1 tag
1507 #001
Semburat cahaya masuk perlahan melalui celah gorden kamar. Aku membuka mata sedikit, melirik pada weker kecil di nakas sebelah tempat tidur. Jam 8. WHAT?! Jam 8?! aku tergeragap sendiri. Segera bangun dari tempat tidur dan melangkah menuju dapur. aku langsung terhenyak begitu mencapai ambang pintu. Masih ada tumpukan kardus disana-sini. beberapa furnitur bahkan masih memakai plastik. Aku terduduk...
1 tag
dari hasil keringat saya. literally. keringat yang saya keluarkan di tempat...
– Julian Sastradinata
1 tag
1508 #001
Lagi-lagi mimpi buruk. Keringat bercucuran dan jantung berdetak dengan sangat cepat. Saya miringkan badan untuk meraih jam digital di samping tempat tidur. Pukul 3 dini hari dan saya baru tertidur 2 jam. Bayangan masa lalu itu kembali menghantui ketenangan jiwa saya.
“Kamu gak apa-apa sayang?”
Saya kaget mendengar suara itu. Suara yang tidak pernah saya dengar sebelumnya. Sangat asing.....
1 tag
seni selalu mencari bentuk dan aku berharap menjadi bagian dalam proses itu
– Langa Beng Otanga
1 tag
1511 #001
“Uhuk! Uhuk! Aahhkkk!! Uuuhuukk uuhhuuukk!!” Ah.. Lagi-lagi aku terbatuk-batuk. Aku memang keras kepala. Dokter bilang aku bronkitis, tapi tetap saja asap tembakau ini nikmat kuhirup. Tanpa filter pula. Bukankah yang tanpa filter selalu nikmat. Tinggal tancap! Hahaha… Lagipula ini cuma asap. Tidak padat dan seharusnya membelaiku dengan hangat di tengah malam yang dingin di...
1 tag
1501 #003
Pukul 1 siang aku sudah mandi dan bersiap mencari makan. Ada yang berjalan dan berdetak cepat di dadaku. Setelah seminggu lebih aku mendekam di kamar dan menguras dompet dengan makanan delivery service, kini aku yang akan bergerak sendiri menuju makan siang. Mari taklukan dunia luar! eh! Aduh, hampir tersandung. Debaran jantungku kembali mengencang. Musa memberikan paket manis di depan pintu kamar...
1 tag
time really is flying after all. kita semakin tua, lebih baik berhenti...
– Ateira Niskala
1501 #002
Begitu terbangun pukul 11 pagi, aku segera duduk di depan laptop. Menyambungkan koneksi internet sambil menyalakan sebatang rokok. Inilah enaknya hidup sendiri. Batinku sambil tetap menyesap rokok. Dua pekan di sini, aku sama sekali belum melihat pemilik kamar-kamar yang selantai denganku. Inikah individualistis apartemen yang selalu kuharapkan? Halaman utama surelku menunjukkan satu pesan baru...
1 tag
1501 #001
Berapa harga yang harus kau bayar untuk sebuah cita-cita?
Menjadi perempuan yang bekerja untuk kebutuhan dirinya, bisa jadi hal yang membanggakan. Apalagi jika pengetahuan dan daya nalarnya berada setidaknya tepat pada garis rata-rata. Tapi apa yang dicari dari semua itu? Hal tersebut mengusikku karena pembicaraan di messenger tadi siang. Habislah aku dibego-begoi seorang sarjana hukum yang baru...
1 tag
saya selalu penasaran bagaimana caranya bercinta di atas ranjang saya ini....
– Kolabton Nawalem
1 tag
1509 #001
Treng..trennng….tueng… jreeeng…
“oke sip,” celoteh pede saya setelah menyetem gitar sembari bangkit dari ranjang kain gantung yang memisang. Saya selalu penasaran bagaimana caranya bercinta di atas ranjang saya ini. “nyetem gitar aja bisa di situ masa nyetem yang laen ga bisa ahahahaha…” ujar saya sambil tertawa sendiri berharap ada peri cantik berbikini amerika mengajak bercinta.
Seperti ...
setelah rangkaian yang demikian merantai itu, aku janjikan pada diriku bahwa...
– Hamba Allah
1505 #003
Aku masih mengulang kejadian di café itu dalam ingatanku hingga kusadari hariku telah beranjak malam. Harus ada yang kumakan, pikirku. Maka aku beranjak mencuci muka, menyikat gigi, dan menyisir rambut. Tak berjarak jauh dari apartemenku ada yang berjualan mie ayam yang enak sekali. Aku putuskan seporsi mie ayam pangsit yang akan mampir di perutku.
Kubuka pintu dan siapa ini yang menaruh...
1505 #002
Mengingat segelas es cokelat yang kusedot dikit demi sedikit itu juga membuat hatiku perih karena ia lama-lama habis. Dan mengingat ia, yang bersamaku semalam, juga membuatku sedih karena ia lama-lama hilang. Ironisnya, aku sadari itu, sejak pertemuan kedua kami.
Maka pagi ini, berselang berapa waktu atas pertemuan yang samar itu, aku rebahkan diriku saja di kasur dengan kenyamanan tingkat...
ada hal-hal yang sebaiknya memang dibiarkan mengambang saja.cukup demikian saja,...
– Hamba Allah
1505 #001
Ada hal-hal yang sebaiknya memang dibiarkan mengambang saja. Tidak usah diungkapkan lewat tulisan, pun diejawantahkan melalui lisan. Cukup demikian saja, diposisikan seperti pelampung yang mengapung mengambang di kolam renang, yang kedalamannya bahkan kau tak tahu seberapa benar.
*
Mengapa aku lalu bisa berkata demikian? Bukankah harusnya aku senang semua rasaku telah termuntahkan pada...
1 tag
sekali lagi, ini bukan sekadar meramu lantas mengecap rasa, tetapi juga...
– Naila Kahlua
1 tag
1506 #002
“Kopi, remote, kopi, nah remot,” akhirnya ditemukan juga benda kecil yang bisa mematikan suara lelaki yang membangunkan saya tanpa adab. Satu masalah selesai, kini saatnya melaksanakan ibadah pagi, menyeduh secangkir kopi. Tanpa membuang waktu, ritual itu pun ku mulai, tahap pertama memanaskan air. Tidak ada kompor di kamar ini, yang bisa diminta bantuan hanya water heater putih...
1 tag
1506 #001
“Jadi, menurut anda para pelaku video porno yang meresahkan masyarakat ini harus dihukum seperti apa?” “Kami minta agar pemerintah memberikan hukuman seberat-beratnya. Karena sebesar-besarnya dosa yang dilakukan oleh manusia, zina adalah tindakan yang paling dilaknat Allah. Hukuman penjara tidak akan cukup membuat mereka yang melakukannya jera! MATI! hanya kematian Mereka...
1 tag
bahkan mungkin justru kaca mata kita yang sebenarnya abu-abu, bukan apa yang...
– Elora Oriana Dalilah
1 tag
1503 #003
Matahari sudah muncul, kali ini tanpa malu-malu, karena cahaya pagi ini sungguh terang. Seperti menyuruhku bergegas beraktifitas. Sudah beberapa hari lantai ini sepi. Memang, apartemen ini tidak begitu besar, kamar yang ada tak sebanyak apartemen di kota jakarta. tapi di lantai 15 apartemen ini aku tumbuh dewasa. Bukan dari ukuran angka, tapi dari segi jiwa. Musim liburan membuat beberapa...
1 tag
1503 #002
Sama seperti pagi-pagi sebelumnya, setelah tuntas melaksanakan ritual di kamar mandi aku duduk berkaca di meja riasku. Mengeringkan rambutku yang kini kupangkas hingga bahu (ya,aku baru saja memutuskan mengubah penampilanku, menciptakan energi baru setelah beberapa kejadian berat yang aku lalui, bukan untung buang sial, aku hanya ingin merasa baru, ahh sudahlah tak perlu dibahas, perempuan...
anggap saja bergantinya hari adalah reinkarnasi, bangun adalah lahir, dan...
– Elora Oriana Dalilah
1 tag
1503 #001
Alarm tubuhku terlampau konsisten bekerja di setiap paginya. Aku tak perlu alarm handphone atau sejenisnya untuk terbangun. Ini warisan dari nenekku tercinta. Dulu, ketika aku masih bocah ingusan, ketika payudaraku belum tumbuh, ketika aku belum merasakan sakitnya datang bulan dan dahsyatnya PMS nenekku selalu bawel dengan aturan-aturan yang buatku terkesan kaku, tak mengenal alasan apapun,...
1 tag
1504 #003
Pukul 09.00, aku sudah siap dan hendak keluar belanja bulanan. Walaupun supermarket kebanyakan buka pukul 10.00, tapi aku tak merasa kepagian untuk bepergian. Pacarku pernah bertanya ketika mengetahui aku sedang berjalan-jalan di sekitar apartemen ini pukul 08.00, “Apa yang kau lakukan sepagi itu? Biasanya kamu masih terlelap dan bermusuhan dengan pagi,” tanyanya sambil menambahkan simpulan. Aku...
1 tag
jaman sekarang, manusia cenderung lebih percaya kepada televisi ketimbang radio
– Avara Kyna
1 tag
1504 #002
Sayup suara kepak sayap burung gereja masuk ke alam bawah sadarku, setengah semburat sinar mentari membuka celah mata sipitku dan menyilaukan mataku yang masih kesat. Perlahan, suara-suara khas pagi hari menjadi nyata di pendengaranku. Tidak ada keramaian, tidak ada gaduh dari kamar sebelah yang biasa berorasi di pagi hari dengan tindakannya menyedot ingus menggunakan tisyu yang cukup bisa...
1 tag
tak seratus persen orang tua mengenal anaknya, seperti tak seratus persen anak...
– Avara Kyna
1 tag
1504 #001
Tepat 10 hari sejak terakhir aku berjalan di lorong lantai ini, menatap satu per satu lampu tempel berwarna kuning di kanan-kiri dinding. Pergi walau mereka bilang liburan tapi ada yang meronta untuk selalu kembali ke kamar di sini, di gedung ini, terlebih saat kini aku memutar kenop pintu, ada perasaan rindu yang tiba-tiba membuncah. Justru pada detik aku telah kembali dan menghadapi pintu...
1 tag
karena rindu itu ngilu, seperti es krim bagi yang nyeri huntu. rindu itu pilu....
– Mardi Wisesa
1 tag
1502 #003
perjalanan pulang dan pergi, ke dan dari toko kue memang menakutkan. tapi setelah kutenteng enam toples castangel dalam plastik, aku menemukan hal yang lebih menakutkan: menulis undangan makan malam untuk lima manusia yang satu lantai denganku, menatanya dengan cantik di atas castangel paling enak di dunia menurutku, dan meletakannya di depan kamar mereka masing-masing.
“castangel paling enak di...
1 tag
dengan lambung, kita mencerna untuk hidup. tapi dengan hati, kita memaknai,...
– Mardi Wisesa
1 tag
1502 #002
bicara rindu di senggang Minggu memang terdengar rancu, sementara anak-anak kecil berebut remote televisi demi menonton kartun favoritnya, atau jemaat gereja berlomba-lomba mengejar pahala di misa pagi mereka. bukan pula rindu yang ada di benak pria hidung belang paruh baya yang santai membaca tajuk rencana, habis pulang ‘dinas’ selama satu minggu entah di mana.
oh, bicara rindu di senggang...
1 tag
1502 #001
Minggu yang cerah, juga sepi. matahari sudah setinggi tempat ku berdiri di lantai 15 Apartemen Seguni. mungkin sekarang sudah pukul delapan atau sembilan pagi, tapi Kota sama seperti ku beberapa menit tadi, masih terlelap dalam mimpi.
di bunga tidur mekar teman-teman kecil mampir bermain di taman mimpi. bersama kami melukis dinding Kota yang pengap, padat, dan seringnya bikin emosi kumat. kami...